semua orang pasti ingin menikah, apa jadinya misalnya kita udah nyiapin segala sesuatunya tapi ternyata (misalnya) pernikahan itu dibatalkan...
ada sebuah cerita, orang ini adalah salah satu pengikut partai islam di negara kita yang sedang naik daun...sejak kuliah dia rajin dateng ke pengajian yang diadakan di masjid di kampusnya...dia juga termasuk salah satu yang aktif dalam kegiatan keagamaan di masjid tersebut...
dulu dia punya pacar yang berbeda keyakinan dengan dia, walaupun sudah dekat dengan keluarganya dan berpacaran cukup lama akhirnya cerita cinta itu kandas juga..latar belakangnya apalagi kalau bukan berbeda keyakinan tersebut, sang pasangan menolak untuk berpindah keyakinan...sejak saat itu sepengetahuan gua dia ga pernah pacaran lagi dan makin aktif dalam kegiatan masjidnya bahkan menurut gua agamanya pun makin bagus...
akhirnya dia lulus kuliah dan pulang kembali ke rumah orang tuanya, pada saat itu sang ibu bercerita ke gua kalo dia ga akan pacaran dan memutuskan akan langsung menikah...wah, gua pikir bagus lah itu, secara memang tidak ada budaya pacaran dalam agama kami (padahal gua pacaran 5 tahun dengan istri gua dan bayangkan berapa banyak dosa yang sudah diperbuat...hehehe...), makanya gua sangat mendukung 100 % dengan idenya...yah kalo sekarang istilah yang lagi populer adalah semacam ta'aruf gitu, ketemu sekali, lamaran, nikah deh...
sampailah pada suatu saat sang ibu bercerita bahwa dia lagi deket ama seorang wanita, berjilbab tapi belum pernah dikenalin ama orang tuanya...sang ibu hanya mendengar dari supirnya dan pernah menanyakan tapi dijawab hanya temen biasa...
gau juga ga tau kedekatan mereka sampai sejauh mana, tapi katanya lumayan sering pergi bertiga (kenapa bertiga? karena kalo berdua ga boleh dan banyak setannya) dan lumayan sering juga ber-SMS ria...sampai lagi suatu saat gau denger mereka sekeluarga mau umroh dan sepulang umroh dia minta ama orang tuanya agar segera melamar calon istrinya...sampai disini ceritanya bahwa gua mengira yang akan dilamar adalah si wanita itu...
sepulang umroh, nyokap gua cerita bahwa dia akan melamar calon istrinya, lamarannya akan diadakan di kota pada saat dia kuliah...what the ****?!?!?!?!?!?! kok bisa, karena setau gua sang wanita itu bukan orang kota itu dan mereka pun kenalan di kota tempat orang tuanya tinggal...ternyata sebelum pergi umroh, dia punya dua pilihan wanita untuk dilamar sebagai calon istrinya...yang pertama adalah wanita yang gua ceritakan di atas dan yang kedua adalah temen kuliahnya...dia meminta petunjuk dari Alloh SWT mana kiranya yang akan pantas menjadi istrinya kelak dan menurut dia jawaban dari Alloh SWT adalah...temen kuliahnya...
gua ga akan ngebahas tentang si wanita malang yang satu lagi itu...setelah itu yang terjadi adalah dia menemui orang tua temen kuliahnya itu untuk meminta ijin agar diperbolehkan meminang anaknya...orang tua pun setuju, tanggal lamaran ditentukan dan syarat2 yang harus dipenuhi pun ditentukan...syaratnya adalah pada saat lamaran keluarga wanita ini meminta hantaran dalam jumlah kelipatan tertentu...karena memang latar belakang keluarganya yang ekonominya menengah ke atas maka tidaklah susah untuk menyiapkan hal tersebut dalam waktu yang cukup singkat (kalo ga salah sih ga sampai sebulan)...hari H datang, melamarlah dia dan keluarga ke rumah si temen kuliah ini yang menjadi pilihannya ini disertai dengan keluarga besar yang memang diajak karena sekaligus perkenalan keluarga...acara berjalan dengan lancar seraya sang ibu dari calon istrinya tersebut sangat bangga akan putrinya yang kuliah di SMA favorit di kota itu lalu kuliah di PTN favorit pula dan melanjutkan ke luar negeri...sang ibu sangat bangga bahwa waktu SMA putrinya merupakan sosok yang dikenal rajin dengan membawa semua buku ke sekolah (fyi, ternyata sang putri ini satu SMA ama gua, dia 2 taun di bawah gua dan gua merasa waktu SMA, gua ga segitu2 amat, sampai2 nyokap gua nanya yang salah siapa nih gua atau dia dan udah pasti jawabannya adalah....gua...hahahahaha) pada saat lamaran itu pun disepakati bahwa tanggal pernikahan... disetujui oleh semua pihak...
waktu demi waktu berlalu dan dia pergi melanjutkan studinya ke luar negeri seraya menunggu waktu pernikahan, sampai pada suatu saat gua denger dari nyokap gua kalo tanggal pernikahan diundur sampai dengan sang calon istri telah menyelesaikan studinya di luar negeri (mundur beberapa bulan dari tanggal yang disepakati dari saat lamaran)...disetujui oleh pihak keluarganya walaupun agak sedikit bertanya2...dari kejadian itu kemudian banyak lagi kejadian2 aneh yang menurut gua kok kayaknya semakin dibuat2 oleh pihak calon istri...pertama tanggal dan bulan tadi aja udah berubah, trus perubahan tempat pernikahan yang udah disepakati, dan perubahan2 lainnya...gua ga tau ini kenapa, tapi yang pasti pernikahannya pun molor...dari lamaran sampai sekarang aja udah hampir lewat 1,5 taun, dari tanggal awal udah molor 7 bulanan...
akhirnya setelah dirunding2 lagi antara kedua belah pihak disepakati bahwa tanggal pernikahan adalah awal taun 2009 dan persiapan pun dilakukan, mulai dari cari tempat baru, cari undangan, dan semuanya udah mulai dipersiapkan sejak sebelum bulan romadhon kemaren...persiapan sudah lebih darin 50 %...
sampai akhirnya pada suatu saat nyokap gua telepon dan suaranya some kind worried gitu...dan dia cerita bahwa keluarga sang calon istri meminta mahar yang menurut nyokap dan gua udah sangat keterlaluan dan mereka berkilah bahwa ini adalah salah satu dari adat kami bahwa mahar itu bentuknya harus seperti itu...gila!!!!!!!what the ****!!!!!gua belajar agama walaupun ilmu gua mungkin ga sebagus ustadz tapi gua tau bahwa mahar yang diminta oleh wanita itu memang sesuatu yang harus diturutin tetapi ga boleh jadi mendatangkan mudharot bagi sang mempelai pria...dan harus sesuai dengan kemampuan dari sang pria tersebut...memang bener2 ga tau malu tuh keluarga...
demi menjaga tali silaturahmi, keluarganya sudah mencoba untuk bertemu dengan keluarga pihak wanita tapi selalu menemui jalan buntu alias dead end...karena itu maka orang tua gua terutama bokap coba memfasilitasinya, bokap mencoba untuk ngajak duduk bareng keluarga wanita dan jawaban dari bapak sang wanita yang kali ini buat gua tersinggung..masa' dia mau nyuruh anaknya yang ketemu ama bokap? yang bener aja, itu mah sama aja nganggep bokap seumuran gua...walaupun akhirnya bokap bisa ketemu ama keluarga sang wanita tapi tetep aja dalam hal ini bokap ga bisa ambil keputusan karena harus kembali lagi ama kedua calon mempelai...
sampai dengan tulisan ini dibuat adalah apabila mahar ga bisa dipenuhin maka kemungkinan adalah batalnya pernikahan...karena pihak keluarga wanita tidak akan datang pada saat akad nikah...dan sangat ga mungkin kalo dilakukan pernikahan kalo dari pihak wanita ga ada bapaknya bukan...
kalo misalnya ada pihak2 terkait yang ga sengaja baca tulisan ini, sori kalo gua posting ini...ga bermaksud untuk nyampurin masalah kalian tapi gua pengen nyampein sekali lagi (dan bukannya gua tidak mendukung pernikahan ini terjadi) tapi tolong dipikirkan sekali lagi, dengan beberapa kali diundur tanggal pernikahan dan akhirnya ada kata2 pembatalan ini apakah ini jalan yang terbaik? umur, jodoh dan hidup kita di tangan Alloh SWT, manusia hanya bisa berencana...
that's the story folks...semoga dengan adanya cerita kayak gini, kita makin sadar bahwa ga akan ada yang abadi di dunia ini, kita hanya berencana but just Alloh do the rest...